Sabtu, 30 Oktober 2021
JURNAL KE 10
Selasa, 26 Oktober 2021
LINGKUNGAN BELAJAR YANG MENDUKUNG PEMBELAJARAN YANG BERDIFERENSIASI MODUL 2.1
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Modul 2.1
Sabtu, 23 Oktober 2021
JURNAL MINGGUAN KE 9
Jurnal Mingguan ke 9
Sabtu, 23-10- 2021
Penerapan Aksi Nyata Modul
1.
FACT = Peristiwa
Penerapan budaya positif disekolah pada minggu
ini saya tengah melakukan aksi nyata disekolah. Jujur, banyak sekali hal baik
yang saya alamu. Pikiran saya jadi lebih fokus dan hati saya menjadi lebih peka
dengan keadaan murid. Ada beberapa kejadian yang membuat saya tersentuh dan
terenyuh secara bersamaan. Lalu saya mencoba merefleksikan aka napa yang tengaf
terjadi sekarang dan mengaitkan denga napa yang saya lakukan dulu. Ternyata,
saya banyak melewatkan kesempatan untuk mendidik murid dengan cara terbaik dan
lebih fokus kepada hasil da perubahan. Budaya positif secara sadar merubah
paradigma saya mebjadi lebih positif baik dalam bersikap, bertutur dan
bertindak. Dulu saya begitu mengontrol murid dan memastikan mereka harus serba
tertib dan patuh dengan cara dan pemikiran yang saya anggap benar, tapi ternyata
itu keliru. Murid mempunyai kemampuan sendiri mengontrol diri mereka sendiri,
menjadi hebat dan baik berdasarkan keinginan mereka sendiri.
2.
FEELINGS = Perasaan
Terus terang saya merasa tersentuh dengan apa
yang terjadi dalam satu minggu ini. Perasaan seorang anak ternyata sebenarnya
sangat halus dan sensitive. Murid membutuhkan perhatian untuk bertahan hidup,
kasih sayang, pengakuan, kebebasan dan kesenangan. Semua hal yang mereka
butuhkan ada dalam orang-orang terdekat, tapi jika itu tidak terpenuhi maka
murid akan mencarinya dari orang lain. Hal ini sangat kompleks sekali, menurut
saya untuk pemenuhan kebutuhan dasar anak haruslah dimulai dari rumah sedangkan
sekolah hanya sebagai pendukung saja. Sekolah sebagai pendukung dan pengarah agar anak menjadi mandiri dan mampu
menghadapi tantangan dalam hidupnya dikemudian hari sebagai kontroler.
3.
FINDING = Pelajaran
Pelajaran yang saya dapatkan dalam proses ini
ialah saya harus banyak belajar dan membuka diri akan hal-hal yang bisa membuat
saya menjadi lebih baik lagi sebagai guru. Mampu berpikir kritis dan praktis,
kritis melihat permasalahan bukan hanya dalam satu sudut pandangkarna setiap
hal terjadi pasti punya alasannya sendiri, tidak langsung menilai orang begitu saja.
Praktis yaitu melihat seorang murid sebagai sosok sederhana, polos dan apa
adanya, mereka butuh kasih sayang langsung bukan hanya sekedar teori dan
omongan belaka.
4.
FUTURE = Penerapan
Saya
sangat yakin akan tetap menerapkan budaya positif ini dimana pun saya menjadi
pemimpin, dimasa depan saya akan memperjuangkan hal-hal terbaik untuk generasi
bangsa.
Kamis, 21 Oktober 2021
Teka Teki Cinta
Ada apa dengan hati yang mencintai?
Demonstrasi Kontekstual Modul 1.4. Budaya Positif
Skenario
1
Pagi itu saya masuk kedalam kelas. Kelas masih dalam
keadaan kotor.
Padahal biasanya kelas selalu bersih. Sementara itu,
ada beberapa orang murid sibuk bermain HP tanpa memperdulikan kebersihan kelas,
lalu saya memanggil ketua kelas dan bertanya,
“Tahukah kalian, keyakinan kelas mana yang tidak
dilaksanakan ?
Murid-murid pun menjawab “Tahu bu, keyakinan pertama,
menjaga kebersihan kelas” jawab mereka. Lalu saya menawarkan restitusi kepada
murid-murid. Karna menjaga kebersihan kelas adalah keyakinan yang telah mereka
sepakati.
Saya tahu saya tidak bisa memaksa mereka untuk
berubaha berdasarkan kemauan saya. Untuk itu saya ingin coba menggali kesadaran mereka lewat
restitusi.
Kemudian saya memanggil Emanuel selaku ketua kelas
shif 1. Saya ajak Emanuel bicara, mengapa
kelas belum bersih sampai saya datang, padahal saya sengaja memberikan
waktu kepada mereka untuk membersihkan kelas sebelum saya masuk kelas. Kenapa?
Percakapan saya dengan Nuel :
Ibu Novi :
“Nuel tahu keyakinan yang sudah kamu dan
teman-teman mu, langar”?
Nuel :
“Tahu bu, keyakinan pertama, yaitu menjaga kebersihan kelas”.
Ibu
Novi : “ Sebagai ketua hal apa
yang bisa Nuel dan teman-teman lakukan untuk memberbaiki kesalahan kalian”?
Nuel : “ Diskusi Bersama”
Ibu Novi :
“Apa yang ingin didiskusikan”?
Nuel
: “ Tentang keyakinan kelas
kami bu, tentang kebersihan kelas dan cara membersihkan kelas”.
Ibu Novi :
“Agar apa”?
Nuel :
“ Agar kelasnya tetap bersih, bu”
Ibu Novi :
“Bersih sampai kedepan nanti. Lalu apa, Nuel, mau melakukan restitusi dengan
teman-teman?”
Nuel :
“ Mau ,bu”
Ibu Novi :
“ Yakin”?
Nuel :
Yakin, bu”
Ibu Novi :
“Kira-kira tidak ada hambatan”?
Nuel :
“ Iya, bu”
Saya menyetujui keinginan Nuel untuk melakukan diskusi Bersama dengan teman-temannya mengenai keyakinan kelas
yang dilanggar.
Diskusi kelas
Emanuel : “Teman-teman, hari ini kita akan
melakukan diskusi tentang keyakinan kelas, setuju”?
Murid 4 A :
“Setuju”!
Emanuel :
“Teman-teman, apa yang harus kita lakukan untuk menjag kebersihan kelas”?
Enggal :
“Kita harus menyadari bahwa kebersihan kelas ini adalah keyakinan kita”
Bersama.
Emanuel :
“Kalau ini keyakinan kita Bersama, kenapa teman-teman tidak peduli”?
Fatin : “Mungkin Nuel harus memberi
tahu kami dengan jelas didepan kelas supaya kami bisa mendengar dan menjalankan
keyakinan ini”.
Nuel :
“Kalau begitu baiklah, saya akan melakukannya”.
Amar : “Kami juga akan berjanji
untuk melaksanakan keyakinan kelas dengan penuh tanggung jawab”.
Emanuel : “Setuju teman-teman”?
Murid
4A : “Setuju”.
Tanggapan
Murid Terhadap Restitusi
Ibu
Novi : “Menurut Tatan,
Bagaimana penggunaan restitusi dalam menanamkan kedisiplinan kelas”?
Tatan : “Baik sekali bu, agar
teman-teman menjadi lebih tertib lagi”.
Ibu
Novi : “ Pelajaran Apa yang
bisa Rangga ambil dari restitusi hari ini”?
Rangga : “Membuat kita lebih menghargai
orang lain”
Ibu
Novi : “Siapa yang Rangga
hargai”?
Rangga
: “Teman-teman bu”
Hasil
: Kesadaran yang timbul
karna dipaksakan tidak akan bertahan lama tapi Kesadaran yang dihasilkan dari
saling mendengarkan dan menghargai keberadaan masing-masing akan dilaksanakan
tanpa diperintah lagi.
Murid 4A bukannya tidak
melaksanakan kebersihan kelas itu, tapi karna awalnya merupakan peraturan,
mereka merasa terikat, tapi begitu mereka merasa bebas lalu mereka diabaikan. Setelah
melakukan restitusi kelas mereka memiliki kesadaran bahwa apa yang mereka
lakukan adalah untuk kepentingan mereka bersama.
Skenario 2
Pagi itu Yayat terlihat lesu dan tidak bersemangat.
Bibirnya terlihat pucat dan kurang fokus. Padahal biasanya Yayat sangat lincah
dan aktif. Nilai Yayat cukup baik, walaupun kadang-kadang mengerjakan tugas.
Setelah ditanya oleh guru, apakah Yayat sudah sarapan?. Ternyata yayat tidak
pernah sarapan pagi. Pemenuhan kebutuhan dasar Yayat akan bertahan hidup tidak terpenuhi. Serta
Yayat kurang perhatian dari Orang Tuanya.
Proses
Restitusi Dengan Yayat
Ibu
Novi : “Yayat, kalau makan itu
biasanya berapa kali”?
Yayat : “ 1 kali sehari bu”
Ibu
Novi : “ Kapan saja, Yayat
makan, pagi, siang atau malam”?
Yayat : “ Makan malam saja”
Ibu
Novi : “ Kenapa Yayat tidak mau
makan pagi dan siang, apa dirumah tidak ada makanan, atau memang Yayat tidak
mau makan”?
Yayat
: “ Tidak mau makan”.
Ibu
Novi : “Kenapa alasannya tidak
mau makan”?
Yayat : “ (Menggelengkan kepalanya).
Ibu
Novi : “ Padahal makanan itu
sangat baik buat Yayat, untuk
pertumbuhan dan perkembangan Yayat, kalau Yayat tidak makan, maka
pertumbuhannya akan terhambat, paham”?
Yayat
: (Menganggukan kepalanya”.
Ibu
Novi : “ Nah, kalau sekarang
Yayat sudah paham, kira-kira, hal apa yang harus Yayat lakukan untuk memenuhi
gizinya”?
Yayat : “Makan makanan sehat”.
Ibu
Novi : “Berapa kali”?
Yayat
: “ 3 kali”
Ibu
Novi : “Kapan saja”?
Yayat
: “ Pagi, siang, malam”
Ibu
Novi : “ Benar”?
Yayat : (Menganggukan kepalanya)
Ibu
Novi : “Bagaimana biar ibu
tahu, bahwa Yayat makan”?
Yayat : “ Yayat akan Wa ibu”
Ibu
Novi : “ Yakin bisa
melakukannya”?
Yayat
: “Iya”.
Hasil Restitusi Dengan Yayat
Yayat mengetahui bahwa dia harus memenuhi gizinya
dengan makan 3 kali sehari. Tidak mengabaikannya lagi demi Yayat sendiri.
Selasa, 12 Oktober 2021
Aku Bahagia
Sabtu, 09 Oktober 2021
JURNAL MINGGUAN 8
JURNAL MINGGUAN 8
Kamis, 07 Oktober 2021
Pengimbasan Inqury Apresiatif (IA) Kepada Kelas VA SDN 55 Dara Kota Bima oleh CGP Novi Puspitasari,S.Pd. Modul.1.3
Selasa, 05 Oktober 2021
Puisi Ku
Sabtu, 02 Oktober 2021
JURNAL MINGGU KE 7
Jumat, 01 Oktober 2021
JURNAL REFLEKSI AKSI NYATA MODUL 1.3. VISI GURU PENGGERAK
JURNAL REFLEKSI AKSI NYATA MODUL 1.2 NILAI-NILAI DAN PERAN CALON GURU PENGGERAK
Waktu
Waktu berlalu Tinggalkan pedih perih Bila ingat kenangan lalu Tak menentu kemana hati melangkah Tak terasa banyak hal yang sudah kulalui B...
-
A. Pemahaman Nilai dan Peran Guru Penggerak 1. Pemahaman Akan Nilai dan Peran Guru Penggerak P endidikan merupakan kebutuhan primer bagi man...
-
6 LANGKAH BRILIANT MENULIS BUKU BEST SELLER. Kegiatan saya 3 hari ini cukup padat sekali. Mempersiapkan materi pengajaran DARIN...
-
JURNAL REFLEKSI MODUL 1.1 1. Perasaan selama melakukan perubahan di kelas Setelah belajar selama seminggu dalam program guru penggerak,...