Minggu, 22 Agustus 2021

JURNAL MINGGUAN 1 Sabtu 21 Agustus 2021

JURNAL MINGGUAN 1 Sabtu 21 Agustus 2021


Sabtu, 21 Agustus 2021, 11:21 PM.
Kami ditugaskan untuk menulis jurnal mingguan. Dan ini adalah Jurnal mingguan saya yang pertama.

Saya bangun jam 00.08 setelah kecapean Vicon jam 15.30 dan dilanjutkan belajar senam pelajar Indonesia dan akhirnya saya ketiduran.

Bangun jam 00.08 AM. saya dikagetkan dengan suara pemberitahuan di WA. Banyak sekali pesan masuk. Deadline penulisan Jurnal harian yaitu hari Sabtu jam 23.59, saya kaget waktunya mepet sekali, untungnya perbedaan waktu kami dengan Indonesia Barat beda 1 jam. Dengan tergesa-gesa saya bangun. Nyalakan laptop, Modem dan HP untuk melihat model jurnal yang akan saya pilih. Akhirnya saya memilih model jurnal 4F.
Model 1: 4F (Facts, Feelings, Findings, Future).
4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr.Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P, dengan pertanyaan sebagai berikut(disesuaikan dengan yang sedang terjadi saat penulisan jurnal):

1.Facts (Peristiwa): Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada Minggu ini atau pada saat menerapkan aksi nyata kedalam kelas? Apa hal baik yang saya alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambata atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada Minggu ini, apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut?.
2. Feeling (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Ceritakan Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata kedalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut. 
3.Findings (Pembelajaran): Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini? Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini?
4.Future (Penerapan): Apa yang bisa saya lakuka  dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa dimasa depan? Apa aksi / tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini?

Dengan isian jurnal saya ialah:
1. Setelah saya mengikuti CGP ini saya sedikit banyak mengetahui tentang bapak Pendidikan Ki.Hadjar Dewantara, yang selama ini saya tahu beliau hanya sekedar bapak pendidikan saja. Kata-kata beliau" Menghamba pada siswa" menitik beratkan pada pengabdian kepada siswa tanpa batas. Bagaimana melayani siswa sebaik-baiknya sepenuh hati dalam dunia pendidikan. Sabar dalam menghadapi setiap karakter siswa. Ki Hadjar mengajarkan saya untuk lebih banyak bersabar menghadapi siswa. Walaupun selama ini saya sudah bersabar.
2. Perasaan saya selama pembelajaran berlangsung, saya sangat bahagia. Saya yang biasanya serius mengajar. Sesekali saya mulai belajar bercanda agar anak bisa tersenyum dan tertawa. Ternyata sangat menyenangkan membuat anak-anak tertawa.
3. Pembelajaran yang saya dapatkan dari proses ini ialah saya harus belajar banyak bersabar dan belajar membuat murid saya bahagia dan senang dengan materi pelajaran dan gurunya. Sehingga mereka senang belajar.
4. Untuk penerapan kedepan saya akan lebih banyak belajar bagaimana menjadi guru yang luar biasa. Membuat murid saya menemukan banyak bakat dan potensinya masing-masing. Saya akan meningkatkan lagi kualitas pembelajaran saya dengan mengikuti kodrat alam dan kodrat zaman.

Wish: Semoga untuk Jurnal mingguan kedua saya, bisa lebih baik lagi. Semoga jurnal ini bisa menjadi pengingat bagi saya bahwa masih banyak hal yang belum saya terapkan.
Yaitu:
1. Lebih sabar lagi
2. Bisa membuat murid bahagia dan tersenyum.

Senin, 16 Agustus 2021

Reflektif Kritis Pemikiran Ki.Hadjar Dewantara. 16 Agustus 2021

Reflektif Kritis Pemikiran Ki.Hadjar Dewantara. 16 Agustus 2021


Tulisan By.NOVI PUSPITASARI 
Instansi: SDN 55 Dara Kota Bima.
Email: novi899melberd@gmail.com
novipuspitasari00@guru.sd.belajar.id
YouTube: Novi Puspitasari
https://novimelberd.blogspot.com/
Published: 16 Agustus 2021
CGP Kota Bima 4 angkatan 4 tahun 2021

A. Reflektif kritis saya terhadap pemikiran Ki.Hadjar Dewantara, ialah:

  Pendidikan yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Dalam artian kita sebagai pendidik hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan-kekuatan mereka tanpa menghilangkan kodrat aslinya. Karena Ki.Hadjar percaya bahwa dalam diri anak-anak Sang Maha Aming (Pemelihara) sudah terisi dengan alat-alat yang bersifat mendidik si Anak.

B.Proses pengajaran yang mencerminkan pemikiran Ki.Hadjar Dewantara diantaranya ialah:

1. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Yang dapat melatih daya cipta, daya rasa dan daya karsa.
2. Menyelipkan nilai-nilai budaya, kekayaan kultur bangsa yang diselaraskan dengan keadaan hidup anak yang sebenarnya.
3. Menciptakan pengajaran yang berpusat pada siswa.

C. Apa yang akan saya lakukan agar proses pembelajaran dapat mewujudkan dan mencerminkan pemikiran Ki.Hadjar Dewantara:

1. Menjadikan murid-murid saya sebagai subjek yang harus saya layani, saya tuntun dan saya arahkan.
2. Kita akan sama-sama belajar saling memberi dan menerima.
3. Membuat proses KBM saya lebih menyenangkan, menantang dan bermakna bagi mereka.
4. Menjadi sahabat bagi murid-murid saya dimana kita akan saling memahami.

D. Konsep pemikiran Ki.Hadjar Dewantara yang sudah anda terapkan.

1. Memprioritaskan untuk mengajar mereka dan menjadikan murid-murid sebagai subjek yang harus saya utamakan.
2. Mendidik dan menanamkan karakter baik dalam pembiasaan yang kami lakukan.
3. Menjadi tauladan, motivator, dan fasilitator.
4. Menyadari setiap anak itu berbeda dengan keistimewaannya masing-masing.

Channel YouTube:
https://youtu.be/-U5NZJAqSYM

Blogspot: novimelberd.blogspot.com

Potret Pendidikan Indonesia sejak zaman kolonial Belanda Hingga Kini Indonesia Merdeka.

Potret Pendidikan Indonesia sejak zaman kolonial Belanda Hingga Kini Indonesia Merdeka


1. Bagian yang paling menarik menurut saya dalam Vidio Potret pendidikan sejak zaman kolonial Belanda hingga kini ialah :
1.Saya melihat keserakahan rencana, penjajah yang ingin menindas dan mengambil manfaat sebanyak-banyaknya  tanpa ada memberikan balasan terhadap orang-orang pribumi yang sudah berjasa mengisi kas-kas kosong dan hutang negara mereka. Prinsipnya mereka mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan nasib negara jajahannya. Rakyat dibiarkan semakin bodoh sehingga mereka bisa terus  menindas sampai keakar-akarnya.

2. Tujuan Pendidikan Pada Zaman Kolonial yang dapat saya simpulkan setelah melihat Vidio tersebut ialah

a. Tujuan pendidikan hanya berpusat pada kepentingan golongan tertentu saja.
b. Tidak adanya keadilan yang merata dalam bidang pendidikan. Orang-orang tertentu saja yang boleh bersekolah. Seperti anak-anak raja, ningrat/priyayi/ , bupati yang kelak dapat membantu mereka dalam pemerintahan.
c. Sistem pendidikan yang memihak pada pemerintah.

3. Persamaan dan Perbedaan antara situasi Pendidikan Zaman Kolonial dan Situasi Pendidikan Indonesia saat ini ialah...

Persamaannya ialah:
1. Sistem pendidikan yang tidak jauh berbeda dengan sistem pada masa kolonial Belanda.
2. Kurangnya perencanaan pendidikan yang sistematis.

Perbedaanya ialah: 
1. Pada masa kolonial hanya kalangan tertentu saja yang bisa bersekolah sedangkan rakyat biasa tidak. Sedangkan masa rakyat diberikan hak dan kebebasan untuk bersekolah.
2. Pelajar pribumi tidak bisa mengeluarkan pendapat dan aspirasi jika menyingung pemerintahan Belanda maka akan diasingkan. Sedangkan sekarang kita diberikan kebebasan untuk beraspirasi dan berpendapat.

Jumat, 13 Agustus 2021

Pemikiran Ki.Hajar Dewantara Mengenai Pendidikan dan Pengajaran

Pemikiran Ki.Hajar Dewantara Mengenai Pendidikan dan Pengajaran


Tulisan By.NOVI PUSPITASARI 
Instansi: SDN 55 Dara Kota Bima.
Email: novi899melberd@gmail.com
novipuspitasari00@guru.sd.belajar.id
YouTube: Novi Puspitasari
https://novimelberd.blogspot.com/
Published: 13 Agustus 2021

A. Refleksi Kritis

1. Pemikiran  KI Hadjar Dewantara mengenai Pendidikan dan Pengajaran.

      Pertama, yang saya ketahui dari sosok  KI Hadjar Dewantara, beliau adalah sosok yang jenius dan sangat berani. Pribadi yang memiliki karakter kebangsaan yang kuat serta sangat peduli terhadap dunia pendidikan di Indonesia.

Pemikiran beliau tentang Pendidikan sangat relevansi dengan peradaban dan perkembangan zaman, baik pada masa dulu, masa sekarang dan masa depan. 

"Jika ingin mengubah peradaban perbaikilah pendidikan bangsa tersebut". Kerangka dasar suatu peradaban adalah otak manusia. Bagaimana otak manusia di mindset, dibentuk pola pikirnya secara bebas dan ditanamkan nilai-nilai budaya. Peradaban yang merdeka dalam Kebebasan berpikir dan menentukan langkah. Bukankah kebebasan berpikir tersebut  hanya bisa dilakukan oleh manusia yang merdeka?. Merdeka dari kebodohan yang memenjara, merdeka dari penindasan yang mengukung, merdeka menentukan diri menurut kodrat sebagai manusia yang seutuhnya.

     Ki Hajar Dewantara mengemukakan, bahwa Tujuan  dasar dari pendidikan itu sendiri ialah memerdekakan manusia. Manusia yang merdeka disini adalah manusia yang selamat raganya, bahagia hidupnya baik sebagai manusia seutuhnya maupun sebagai anggota masyarakat. Setiap manusia pasti ingin bahagia, selamat jiwa raganya?. Maka Jawabannya ialah dengan Pendidikan yang merdeka. Pendidikan sangat diyakini mampu menuntun kodrat manusia itu sendiri kearah keselamatan dan kebahagiaan  yang setinggi-tingginya.

    Pendidikan menurut KI Hadjar Dewantara adalah sesuatu yang terus bergerak mengikuti laju zaman, tidak statis atau diam. Jika pendidikan itu tidak mengikuti perkembangan zaman maka peradaban akan tertinggal dan kacau. Pendidikan harus dilakukan secara Kontinue, artinya berkesinambungan, terus menerus, berproses sepanjang hayat sepanjang hidup manusia. 
Dalam prosesnya pendidikan akan terus berkembang, untuk itu pendidikan harus Konvergen,  artinya  referensi atau sumber pendidikan dianjurkan dan  diperbanyak bukan hanya dari satu sumber saja . Sumber dan referensi itu bisa datang dari mana saja  dan dari pemikiran siapa saja. Pemikiran bangsa sendiri maupun pemikiran bangsa barat tapi walaupun demikian, sumber maupun referensi tersebut tetap harus dipegang  secara Konsentris artinya walaupun kita mengambil sumber dari orang luar tetap harus disaring dan disesuaikan dengan konteks, kultural, maupun kearifan lokal bangsa Indonesia.

     Pengajaran menurut KI Hadjar Dewantara ialah proses pendidikan yang mentransfer ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Proses pentransferan nilai-nilai budaya, nilai positif, keteladanan, Budi pekerti dalam ide, tutur kata maupun tindak laku pendidik. Dimana murid-murid yang menerima transferan ini tentunya   akan meniru apa yang dilakukan oleh gurunya karna guru adalah figur/ contoh dalam pengajaran. disekolah. Pengajaran yang dilakukan oleh guru haruslah penuh kasih sayang, berpusat pada siswa, dan membahagiakan mereka.  In ngarso sung tulodo yang artinya didepan memberi contoh teladan, In madyo Mangun Karso ditengah membangun semangat dan Tut Wuri Handayani yaitu dibelakang memberi dorongan. 

    Semua ini ditujukan untuk guru dimana diharapkan guru bisa memberi contoh/suri tauladan bagi murid-muridnya. Melakukan pengajaran yang kreatif dan inovatif dengan metode, media, model pembelajaran yang beragam sehingga membangun semangat belajar anak dan disaat murid-murid tidak semangat, Guru hadir untuk memberi dorongan kepada mereka baik secara moril maupun materi.

2. Relevansi Pemikiran KI Hadjar Dewantara dengan Konteks Pendidikan Indonesia serta pendidikan disekolah.

A. Relevansi  pemikiran KI Hadjar Dewantara dengan konteks Pendidikan di Indonesia
       Relevansi atau hubungan dari pemikiran KI Hadjar Dewantara dewasa ini sangat relevan dengan dunia pendidikan di Indonesia.
1. Pemikiran tentang Pendidikan yang terus berkembang mengikuti perkembangan zaman dan tidak statis. Contohnya telah kita lihat dimasa kini, dimana Pandemic Covid 19 melanda negri dan dunia. Pendidikan mengalami suatu kondisi stug (macet) ditempat untuk beberapa saat. Tapi hal itu tidak membuat insan pendidikan  ikut menjadi  stug juga. Mereka memikirkan cara bagaimana proses pendidikan ini harus terus berjalan walaupun ditengah keterbatasan. Mau tidak mau, suka tidak suka sistem pendidikan harus ikut berubah sesuai dengan tuntutan zaman. Pola pengajaran berubah, cara yang digunakan juga berbeda  tapi tidak dengan essensi /nilai budaya dari pendidikan itu sendiri. 

2. Merdeka Belajar Siswa 

Relevansinya ialah siswa disaranai oleh pemerintah agar mereka dapat mengeksplore  kemampuan dan potensi. Melalui program Merdeka Belajar dari MENDIKBUDRISTEK RI. 
Program Merdeka Belajar ini merukanan bentuk kepedulian dan tanggung jawab Pemerintah dalam memikirkan bagaimana nasib pendidikan dan anak-anak Indonesia dalam jangka panjang. Yang membutuhkan proses panjang dan kerja sama dari segala aspek dunia pendidikan baik itu Pemerintah, Pangawas, Kepala Sekolah , guru, elemen masyarakat, walimurid, dan siswa. Yang mana hasilnya baru akan bisa kita nikmati dalam kurun waktu beberapa tahun maupun puluhan tahun kedepan. 

B. Relevansi pemikiran KI Hadjar Dewantara dengan Pendidikan di Sekolah 

1.  Menuju kearah Perubahan 
Sekolah harus mulai melakukan penataan kembali mengenai perubahan pola pikir dalam pengajaran. Adapun perubahan tersebut meliputi:
a. Pengajaran mulai berpusat pada siswa, kepentingan siswa (Student Center). Pendidikan yang dilakukan untuk membuat siswa kita bahagia. Guru melayani sepenuh hati, memberikan pengajaran yang bermakna, guna menjadikan mereka sebagai profil Pancasila. Yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, mandiri, cakap berpengetahuan, Nasionalis, gotong royong.
b. Guru dan siswa  sama-sama belajar. Guru senantiasa terus belajar meningkatkan diri dan kemampuannya mengikuti perkembangan zaman, begitupun dengan  siswa yang terus belajar dengan cara-cara baru yang menyenangkan dari yang disajika guru-guru mereka. Guru dan Siswa bisa saling mengisi dan memahami sehingga siswa menjadi pribadi yang lebih bahagia.
c. Apakah kita sebagai guru sudah melaksanakan pemikiran KI Hadjar Dewantara dan memiliki kemerdekaan dalam menjalankan aktivitas sebagai guru?
Jawabannya belum sepenuhnya.
Saya sudah berusaha melakukan hal seperti;
1. Belajar untuk mengajar dengan baik. Dengan menggunakan media yang beragam, latihan, memberikan pembinaan dan nasehat.
2. Bertanggung jawab dengan profesi saya.
3. Menganggap murid-murid saya seperti anak-anak sendiri yang harus saya ajar, didik dan latih.
Walaupun kekurangannya ialah: 
1. Ada beberapa Model pembelajaran yang jarang saya gunakan. 
2. Keterbatasan waktu saya bersama mereka karna kita tahu bahwa waktu mereka lebih banyak dirumah. 
3. Belum sepenuhnya berpusat pada siswa, belum mampu membuat mereka senang dengan saya sepenuhnya. Tapi dengan mereka hadir terus kesekolah saja membuat saya bahagia. Saya berharap mereka juga akan bahagia.

B.Harapan dan Ekspetasi.

A. Harapan
Harapan yang ingin saya lihat pada diri saya sebagai seorang Pendidik  setelah mempelajari pemikiran-pemikiran KI Hadjar Dewantara ialah:
1. Saya akan menjadi guru yang paling anak-anak ingat dan senangi.
2. Saya bisa membuat mereka bahagia untuk belajar bersama saya dalam kelas.
3. Saya ingin meningkatkan lagi kompetensi saya dengan menjadikan dasar kebahagiaan murid sebagai acuan motivasi kuat saya untuk mempelajari keterampilan baru untuk mendukung pembelajaran yang lebih bermakna untuk mereka.
4. Saya dapat menanamkan hal-hal positif dan membangun karakter baik mulai dari memperbaiki diri saya sendiri.
5. Saya bisa melakukan langkah kecil untuk perubahan sekolah kearah yang lebih baik, mulai dari tukar pikiran dengan kepala sekolah dan memberi penekanan kearah siswa yang bahagia.

Harapan yang ingin saya lihat dari murid-murid saya setelah mempelajari modul pemikiran KI Hadjar Dewantara ini ialah :

1. Murid saya selalu merasa rindu untuk kembali kesekolah dan belajar 
2. Murid saya merasa bahagia belajar bersama disekolah, bahagia saat mereka kembali kerumah.
3. Murid saya bisa menjadi pribadi yang mandiri, mampu melihat permasalahan hidup dengan pandangan yang bebas tanpa menganggap hal itu sebagai tekanan dalam hidup. 
4. Murid bisa menyadari betapa pentingnya belajar dan membangun kebiasaan-kebiasaan baik dimulai dari hal kecil dan dari diri sendiri.

B. Ekspetasi 
1. Saya harap apa yang saya ajarkan kepada murid-murid saya kelak akan mengantarkan mereka menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, mandiri, berpengetahuan, berkarakter pancasila, berprestasi, berguna dan bermanfaat untuk mereka sendiri, orang tua, negara dan seluruh umat manusia didunia. Dengan kata lain melalui tangan-tangan kecil mereka mudah-mudahan tercipta perubahan peradaban bangsa dan umat yang mengarah pada terciptanya peradaban yang lebih baik, maju dan sejahtera.

Senin, 09 Agustus 2021

Bagaimana Bekerja Dalam Kelompok

Bagaimana Bekerja Dalam Kelompok


Kesuksesan adalah pencapaian bersama, bukan sendiri-sendiri.

Saling support dan membantu, duduk sama rendah berdiripun sama tinggi.

Kerjasama, belajar, dan peduli adalah kunci bertahan.
Saat itu berat, ayo kita kerjakan bersama-sama!
Saat itu susah, ayo kita pelajari bersama-sama!
Saat itu tidak mampu lagi, ayo bantu meringankan!

Believe me, aku akan ada saat kau tak berteman.
Saat orang lain menganggap kau tak mampu.

Aku hebat jawabannya tidak
Aku kuat jawabannya juga tidak
Aku berbeda jawabannya juga tidak

Aku peduli, jawabannya iya
Aku bertanggung jawab,  jawabannya iya
Aku percaya dengan kemampuannku sendiri, jawabannya iya.

Belajar ibarat melatih kesabaran.
Butuh proses dan bertahap.
Maka yang harus dilakukan terlebih dahulu ialah:
1. Bulatkan tekad, kukuhkan niat, bersihkan tujuan. Niatkan untuk kebaikan dan kepentingan umat.
2. Belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh.
3. Peduli terhadap kelompok belajar mu, jangan merasa diri paling bisa, pintar dan sempurna.
4. Jadilah tiang sebagai penyanggah, atap sebagai peneduh, dan sapu sebagai  pembersih jangan jadi debu yang berkhianat dan mengotori. 
5. Kelompok mu adalah bagian dari diri mu, jika mereka berhasil maka itulah keberhasilanmu juga. 
6. Berikan jasa jangan mencari jasa atau dipuji akan jasa.

Selama ini aku selalu mengutamakan kelompokku tanpa memperdulikan diri sendiri. Aku merasa cukuplah Allah yang menilai nilai ku sebagai seseorang hamba.

Minggu, 18 Juli 2021

Jangan Takut

Jangan Takut


Jangan takut wahai hati
Jika
Kau kecil
Kau bukan apa-apa
Kau tak sebanding
Kau biasa
Tapi takutlah hati 
Jika
Kau mati
Kau tak peduli
Kau berpaling
Kau terbagi
Kau berdalih

Semua sama 
Wahai hati
Tuhan kita satu
Tujuan kita sama
Keabadiaan hakiki

Jangan kau takut wahai hati
Salah kata tak di apa
Salah tatap tak dirajam
Salah sangka tak di tadah
Salah bersaksi tak bertuan
Selama kau tak salah berdetak 
Diam kau ...


16 Juli 2021

Kamis, 01 Juli 2021

Apa Tujuan Hidup Anda?

Apa Tujuan Hidup Anda?


Tengah malam adalah waktu yg tepat untuk berpikir dan merenung.

Berpikir dan merenung?

Kira-kira apa sih, yang dipikirkan dan direnungi?

Berpikir tentang: 
1. Bagaimana saya menyiapkan bahan ajar. 
Tahun Ajaran Baru 2021/2022 didepan mata. Selepas liburan nanti, kembali saya akan bergelut dengan persiapan mengajar.

Merancang Bahan Pembelajaran Tahun Pembelajaran 2021/2022 terlebih dahulu adalah kewajiban utama buat seorang guru.

Flash Back Interview kemarin,
Sebuah pertanyaan yang cukup sering saya dengar tetapi tidak pernah mau saya menjawab nya.

What is your big purpose in your life?
"Apa tujuan terbesar dalam hidup anda?

Mau tidak mau saya harus menjawabnya.

What is your big purpose in your life?

Sejenak saya berpikir, lalu kemudian  menjawab,
" Saya ingin berguna untuk diri saya sendiri, orang lain, bangsa dan negara serta agama saya".

Berdasarkan pertanyaan itu kembali lagi  saya berpikir? Sudahkah selama ini saya melakukan hal yang berguna untuk orang diri sendiri, orang lain, bangsa dan negara serta agama saya?

Pertanyaan itu sedikit menggelitik hati kecil saya. 
Saat pertanyaan itu masih dalam bentuk essay singkat, memang terasa biasa-biasa saja.
Tapi pada saat saya harus menjawabnya dengan penuh kesadaran, terasa sangat berbeda. Hati saya seketika terasa ikut tercubit.

Sudahkah saya menggunakan umur ini untuk melakukan hal-hal yang berguna?
Baik berupa materi maupun non materi?

Sejauh ini saya masih pada tahap berusaha untuk belajar apa itu memberi.  

1. Memberi walau tidak seberapa. 
Berusaha memberi ilmu yang terbaik yang saya bisa. 
2. Mengajar dengan sepenuh hati. 
Berusaha tidak mengeluh walau pekerjaan yang diemban berat.
3. Menanamkan karakter unggul. 
4. Mencintai profesi sebagai guru,
5. Menghadirkan rasa memiliki terhadap dunia pendidikan dan berkewajiban memajukannya.
6. Keluarga dan Profesi guru adalah dua hal yang penting. Keluar adalah bagian dari rasa cinta terhadap diri sendiri, sedangkan mengajar adalah bagian dari rasa cinta terhadap negara ini. Kalau bisa dijalani keduanya secara bersamaan, kenapa tidak?

Semoga semua hal ini menjadi ghirah yang takkan putus dan mati. Amin ya Rabbal Alamin.

Semoga saya bisa menjadi berguna dan bermanfaat buat diri sendiri, orang lain, bangsa dan negara juga agama saya. 



Lalu bagaimana cara mempersiapkan bahan ajar?
Cara yang saya lakukan adalah:

1. Lihat Permendikbud tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) , Kompetensi Lulusan dan Kompetensi Dasar. SKL ini  merupakan acuan kita untuk mengembangkan Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan serta Standar Pembiayaan. Dalam SKL ini berisi kualifikasi apa saja yang menjadi standar untuk semua lulusan. Kualifikasi tersebut terdiri dari dimensi sikap, dimensi pengetahuan dan dimensi keterampilan. 

Diharapkan ketiga kemampuan ini dapat dicapai setelah siswa menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan sekolah dasar.

2. Analisis Silabusnya untuk menjadi acuan kita dalam menyusun RPP.

3. Persiapkan buku guru dan buku siswa. Agar kita bisa menyelaraskan antara Silabus, RPP dan Buku Pembelajaran kita.

4. Lalu pada saat kita menyusun RPP perhatikan tujuan pembelajaran kita. Tujuan apa sih sebenarnya yang kita inginkan untuk dicapai siswa? 
Usahakan kita menyentuh 3 ranah kemampuan, yaitu: ranah afektif, kognitif dan psikomotorik siswa.
Tujuan ini bisa disesuaikan dengan Indikator yang sudah tersedia di Silabus, buku Guru ataupun kondisi nyata dilingkungan kita.

5. Buatlah pelajaran kita menjadi lebih bermakna. Salah satunya dengan menyediakan alat peraga, media pembelajaran yang menarik dan sesuaikan dengan materi yang ingin diajar. Alat peraga dan media tidak harus mahal dan susah-susah. Kita bisa buat sendiri dari bahan yang ada disekitar kita.

Ingat, kalau ada kemauan pasti selalu ada jalan!


Have we been useful to ourselves and others?
( Sudahkah kita berguna untuk diri sendiri dan orang lain)?

Waktu

Waktu berlalu Tinggalkan pedih perih Bila ingat kenangan lalu Tak menentu kemana hati melangkah  Tak terasa banyak hal yang sudah kulalui  B...