Selasa, 11 Agustus 2020

Pengalaman Menerbitkan Buku Bersama Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd.

Pengalaman Menerbitkan Buku Bersama Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd


Malam Senin, 10 Agustus 2020
Bersama kita larut dalam pengalaman Menerbitkan buku, semoga dengan membaca pengalaman orang lain kita semua bisa mengambil banyak manfaat didalamnya. Sebelum mengarah lebih jauh, alangkah baiknya kita membaca sebuah kisah berikut:


TIMBANGAN EMAS TIDAK LEBIH BERHARGA DARI EMAS NYA

Dalam sebuah diskusi, seorang murid bertanya kepada guru nya, 

Murid : "jika memang benar para guru adalah orang orang pintar, mengapa bukan para guru yang menjadi pemimpin dunia,  pengusaha sukses, dan orang orang kaya raya itu? 

Gurunya tersenyum bijaksana, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia masuk ke ruangan nya, dan keluar kembali dengan membawa sebuah timbangan. 

Ia meletakkan timbangan tersebut diatas meja, dan  berkata : " Anakku, ini adalah sebuah timbangan, yang biasa digunakan untuk mengukur berat emas dengan kapasitas hingga 5000 gram". 

"Berapa harga emas seberat itu? "

Murid mengernyitkan keningnya, menghitung dengan kalkulator dan kemudian ia mejawab, 

"Jika harga satu gram emas adalah 800 ribu rupiah, maka 5000 gram akan setara dengan 4 milyard rupiah". 

Guru : " Baik lah anakku, sekarang coba bayangkan seandainya ada seseorang yang datang kepada mu membawa timbangan ini dan ingin menjual nya seharga itu, adakah yang bersedia membeli nya? "

Murid terdiam sejenak!, merasa mulai mendapatkan sedikit pencerahan dari sang guru, lalu ia berkata : "timbangan emas tidak lebih berharga dari emas nya, saya bisa mendapatkan timbangan ini dengan harga dibawah dua juta rupiah!, mengapa harus membayar sampai 4 milyar? " 

Guru menjawab : " Nah, anakku, kini kau sudah mendapatkan pelajaran, bahwa kalian para murid, adalah seperti emas, dan kami adalah timbangan akan bobot prestasi mu, kalian lah yang seharusnya menjadi perhiasan dunia ini, dan biarkan kami tetap menjadi timbangan yang akurat dan presisi untuk mengukur kadar pengetahuan mu. "

"Jika ada seseorang datang kepada mu membawa sebongkah berlian ditangan kanan nya dan se ember keringat di tangan kirinya, kemudian ia berkata : "ditangan kiri ku ada keringat yang telah aku keluarkan untuk menemukan sebongkah berlian yang ada ditangan kanan ku ini,  tanpa keringat ini, tidak akan ada berlian, maka beli lah keringat ini dengan harga yang sama dengan harga berlian"

"Apakah ada yang mau membeli keringat nya? "

"Tentu tidak." 

"Orang hanya akan membeli berlian nya dan mengabaikan keringat nya. 
Biarlah kami, para guru menjadi keringat itu, dan kalian lah yang seharusnya menjadi berlian nya. "

Sang murid menangis, ia memeluk guru nya dan berkata : "wahai guru, betapa mulia hati kalian, dan betapa ikhlas nya, kami tidak akan bisa melupakan kalian, karena dalam setiap kepintaran kami, setiap kilau permata kami, ada tetes keringat mu... 

Guru berkata : " Biarlah keringat itu menguap, menuju alam hakiki disisi ilahi rabbi, karena hakikat akhirat lebih mulia dari segala pernak pernik dunia ini, mohon jangan lupakan nama kami dalam doa kalian. "
Selamat malam sahabat-sahabatku, guru-guru luar biasa Indonesia.

Cerita diatas membuat saya terharu, begitu mulia hati seorang guru yang mendedikasikan umurnya untuk mengajar dan mendidik. Keringat yang mereka cucurkan bernilai ibadah dihadapan Allah SWT. Sungguh penghargaan yang luar biasa dari kita jika kita mau sekedar mengingat jasa guru-guru kita terdahulu. 

     Yulius Roma Patandean, S.Pd, biasa dipanggil Pak Roma, sosok yang baru-baru ini merayakan hari kelahirannya yang ke 36 tahun, tepatnya pada 6 Juli kemarin.
(Happy Birthday to Mr. Roma, wish you can be success in the future, wise, and happy to your life: Selamat Hari Lahir Pak. Roma, Semoga Bapak bertambah sukses dimasa yang akan datang, Bijaksana dan Bahagia selalu dalam hidup) Amin.
Beliau adalah seorang guru yang mengajar Mata Pelajaran Bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja dari mulai tahun 2015 sampai sekarang.
Adapun pengalaman Pak. Roma selain mengajar diantaranya: 
1. Pernah menjadi Juri dalam Lomba English Debate Tingkat SMA.
2. Pernah menjadi Juri dalam lomba English Story Telling contest ( Lomba Bercerita dalam bahasa Inggris) tingkat SMP, Kab. Tana Toraja.
3. Terkadang menjadi dosen tidak tetap di Fakultas  Ekonomi Universitas Kristen Toraja Indonesia. 
4. Menjadi Tutor di Universitas Terbuka
(UT).
5. Fasilitator Belajar di Yayasan Terampil Indonesia.
Selain itu beliau juga mempunyai tugas tambahan lain yang sampai saat ini masih diembannya dengan penuh tanggung jawab, yaitu:
1. Sebagai Wakil Sekretaris PGRI Kabupaten Tana Toraja.
2. Sekretaris Perwakilan YPLP PGRI Kabupaten Tana Toraja.

Prestasi yang diraih oleh Pak.Roma diantaranya ialah:
1. Guru Berprestasi Tingkat SMA Kab. Tana Toraja (2016) 
2. Medali Perunggu Lomba Kreatifitas Guru PORSENI PGRI Provinsi Sulawesi 
Selatan (2017).

Inilah Foto Beliau,
Kalau ada yang berniat ingin tahu lebih jauh tentang beliau bisa lewat om google. Clic - clic dibawah ini πŸ‘‡,ya !
HP/WA.    : 0813 5563 2823 
Email        : romapatandean@gmail.com 
Facebook : Yulius Roma Patandean 
YouTube   : Roma Patandean 
Instagram : romapatandean 
Blog : https://romadean.blogspot.com 
https://romapatandean.wordpress.com 

Baik teman-teman sahabat menulis, kita lanjut kemateri kita, ya !

Bagaimana Pak Roma akhirnya bisa menerbitkan buku di Penerbit Mayor?

Berawal dari amanat atau tanggung jawab yang diberikan oleh PGRI Kab. Tana Toraja kepada beliau untuk mengikuti Rakornas Virtual PGRI. Pada kegiatan tersebut beliau mengenal guru blogger hebat kita, Bapak Wijaya Kusumah yang biasa disapa Omjay. Saat itu beliau hanya mengenal Omjay lewat undangan pelatihan belajar menulis lewat grup WA. Beliaupun mendaftar dan bergabung di grup 8 dan grup 9.

Pada satu kesempatan pemateri pelatihan yang bernama Prof. Richardus Eko Indrajit memberikan sebuah tantangan menulis buku dalam waktu satu minggu. Prof Eko pun bertanya, "Apakah pak Yulius mau menulis bersama saya?", Dan jawaban
Beliau pasti sama dengan Mba.There (Ya/ Saya mau, saya bersedia) kira-kira seperti itulah eksekusi jawabannya.😁
Berbicara tentang proses menulisnya pun persis sama seperti yang dijalani Mba There, seperti perbanyak referensi, disiplin dalam menulis, konsisten dan mempunyai tekad yang bulat. Sebuah tekad yang bulat sehingga mampu menghasilkan sebuah buku dalam waktu satu Minggu.

Salut sama Prof. Richardus Eko Indrajit.
And The best appereance for Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd. dan Mba Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD atas Konsistensinya dalam menulis hingga akhir. Menyibukkan diri dengan menghasilkan suatu karya jauh lebih bermanfaat dan bijak dalam mengisi hari-hari. 

Kembali lagi ke pengalaman Bapak Roma,
Ketika Penerbit ANDI mengumumkan bahwa naskah yang beliau tulis lolos untuk diterbitkan. Beliau menangis.
Rasa bahagia dan ucapan terimakasih langsung beliau ungkapkan dengan menghubungi Bapak Prof.Eko." Terimakasih, Bapak''.Tutur beliau.
(Jadi terharu mendengarnya, saya turut  berbahagia, Pak. Roma, Selamat).
 
Sedikit Motivasi Menulis dari Bapak Roma:
Ada sebuah istilah yang sudah tidak asing lagi dikalangan pemuda kita
Yaitu CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali). Bapak Roma mengambil istilah tersebut untuk memotivasi diri dalam kegiatan menulis beliau, mengapa? Biar gampang diingat saja sih,"Kata Pak.Roma".
Semudah mengingat namamu, kan Pak.Roma?😊
CLBK
C: COBA
L: LAKUKAN
B: BUDAYAKAN
K: KONSISTENSI
seseorang yang aktif dalam aktifitas menulis tentu sudah tidak asing lagi dengan kata-kata motivasi diatas.
Coba, Lakukan, Budayakan, dan Konsistensi.
Sungguh urutan 4. kata yang mengandung motivasi besar didalamnya.

COBA
Try: Mencoba.
Anda ingin tahu sampai dimana kemampuan anda? Maka cobalah!
Tanpa mencoba anda takkan pernah tahu, sampai dimana kemampuan anda sebenarnya. Tak ada satu pun usaha yang berhasil jika tidak dicobanya lebih dahulu. 
Setiap tawaran pekerjaan dan amanah yang diberikan, jarang ditolak oleh Pak Roma, selama itu ada kaintannya dengan dunia mengajar. Begitu juga dalam hal menulis dan membangun ide hingga membentuk kalimat demi kalimat.
Walau terkadang untuk mulai menulis itu susah, beliau tetap lakukan tentunya dengan cara dipaksa. Mencoba berulang-ulang akan melatih kita memproduksi untaian kata-kata yang menghasilkan kalimat bermakna.

LAKUKAN

Ketika kita sudah mencoba, telah menemukan rasa dan keunikan tulisan kita, maka harus terus dilakukan agar ide kita tidak mengendap seiring berlalunya waktu. Jika ada kendala, dan kita berhenti menulis saat itu, maka saat itu juga semangat menulis kita berhenti. Terkadang kegiatan menulis juga harus dipaksa Karna dengan sedikit memaksa diri untuk menulis maka kegiatan menulis kita takkan berhenti begitu saja. Menulis apa saja, intinya harus ada sesuatu yang tersimpan di draft tulisan blog ataupun tersimpan di laptop.

BUDAYAKAN

Menulis harus menjadi budaya kita. Menjadi bagian dari cara hidup kita. Menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Jadi, budayakan menulis, sehingga menjadi panggilan beraktifitas setiap hari.

KONSISTEN

Tak ada karya yang terselesaikan dengan baik tanpa konsistensi. Konsisten dalam menulis adalah misi untuk mencapai visi seorang penulis, yakni menghasilkan sebuah karya tulisan yang bisa memberi inspirasi bagi banyak orang. Bagaimana cara beliau agar tetap konsisten dalam menulis ?  
Yaitu dengan memaksa diri untuk menulis setiap hari, minimal menulis tugas untuk siswa di blog atau upload gambar. Selain itu, beliau aktif membeli buku secara online. Jika beliau kesulitan mengembangkan ide, maka beliau cari bukunya di OLSHOP. 

Jadi, jangan takut CLBK, namun nikmatilah prosesnya dan syukuri hasilnya. Tutur Bapak Roma.

Beliau menutup materi belajar kali ini dengan sebuah pesan: 
Menulis adalah proses kehadiran kita untuk membawa kabar baik tentang ilmu kehidupan. 
Apa pun yang kita tulis pastinya ada hubungannya dengan proses hidup kita. 

Sekian sekelumit pengalaman menerbitkan buku bersama Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd. 
Sekali lagi kami para peserta
Menulis online bersama Omjay menghaturkan terima kasih.
Thank you so much.πŸ™

RESUME KE: 18
Nama: Novi Puspitasari,S.Pd
Instansi: SDN 55 DARA KOTA BIMA.




Sabtu, 08 Agustus 2020

Romansa di Tengah Lapang

Romansa di Tengah Lapang


Malam minggu yang tenang aku dan keluarga kecilku menghabiskan waktu bersama. Duduk bersenda gurau menikmati indahnya Kota Bima dibawah sinar rembulan, memandang bangunan kokoh Paruga Na'e dengan kerlingan indah lampu-lampu disekitarnya. Paruga Na'e adalah aula pertemuan Kota Bima yang terletak ditengah Kota.
Gambar Paruga Na'e

Dengan membawa bekal makanan, dari makanan berat hingga snack. 
Menggelar karpet mungil merah jambu yang hanya cukup untuk 4 orang. Sambil menikmati malam yang indah, kami makan secukupnya. Bercanda dan tertawa bersama, sederhana tapi sangat berkesan, murah meriah tapi sangat berarti buat ku dan anak-anak. Kebersamaan ini adalah salah satu agenda quality time keluarga kecil kami. Ditengah kesibuk mengajar daring dihari-hari sekolah. Untuk akhir pekan, sebisa mungkin kami habiskan untuk keluarga.

Setelah anak-anak selesai makan kemudian mereka bermain loncat-loncatan. Anak-anak sangat suka bermain loncat-loncatan dan naik odong-odong. Mereka bermain sampai puas dan mudah-mudahan setelah mereka puas main dan kenyang, pulangnya bisa langsung tidur. 
Kedua anak ku...
Semoga kalian sehat selalu dan bahagia. Amin.

Sabtu, 8 Agustus 2020
By.Novi Puspitasari

Pengalaman Menerbitkan Buku Bersama " Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD"

Pengalaman Menerbitkan Buku Bersama " Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD"


Jum'at, 7 Agustus 2020

Pemateri: Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD
TTL: Kuningan 13 September 1984
Phone Contact: 08522220110
FB:Theresia Srie
BLOG:https://www.cikgutere.com
CHANEL YOUTUBE:Theresia Sri Rahayu
EMAIL:cikgutere@gmail.com
Instansi: SDN Waihibur Kabupaten Sumba Tengah NTT.
MOTTO
Belajar, belajar, dan belajar
BEST ACHIEVEMENT : 
 
Banyak cerita pengalaman hidup orang lain yang saya lihat dan dengar saat belajar menulis online bersama Omjay dan Kawan-kawan. Hal itu sangat memotivasi diri saya untuk berbuat yang lebih dari sebelumnya. Melihat pengalaman mba Theresia membuat saya sedikit iri, mba Theresia memiliki sikap berani untuk mencoba dan menerima tantangan dihadapannya. Sungguh sikap baik yang harus dipertahankan.

Dilihat dari profilnya, Mba There adalah seorang pribadi yang suka belajar dan menulis, MIPA adalah bidang keahlian yang diperdalamnya khususnya Matematika, 
Berbagai penghargaan telah diraihnya:
1. Juara 1 Guru Berprestasi tingkat Kecamatan Padalarang – Kab. Bandung Barat (2014) 
2. Juara 2 Lomba Guru Berprestasi tingkat Kab. Bandung Barat (2014)
3. Juara 3 Lomba Guru MIPA tingkat Kec. Padalarang (2014)
4. Juara 1 Olimpiade Guru Nasional tingkat Provinsi NTT (2018)
5. Finalis Lomba Olimpiade Guru Nasional tingkat nasional (2018)
6. Finalis Lomba Alat Peraga Matematika Sederhana tingkat nasional (2018)
7. Peserta Short Course ke Luar Negeri dalam Program 1000 Guru ke Luar Negeri (2019)
8. 40 besar penerima dana hibah penelitian pada program Teaching Challenge (2019)
9. Finalis Course on Developing Lesson Study for Primary Mathematics Teacher tingkat internasional (2019)
10. Guru Inti Terbaik dalam Pembekalan Guru Inti Program PKP tingkat Provinsi NTT (2019)
11. Peserta Terbaik dalam Bimtek UKS Regional Bali
12. Sahabat Rumah Belajar Provinsi NTT (2019) 
13. Finalis Lomba Mathematics Teaching Learning Model (MTLM) tingkat internasional (2019)
14. Kader Inti Gerakan Ajarmat / Ayo Belajar Matematika (2019)
15. Resume terbaik dari KSGN dan Pelatihan Belajar Menulis Bersama Om Jay (2020)
16. Blogger inspiratif dari Ikatan Guru TIK PGRI dengan Penerbit Andi Yogyakarta pada bulan (2020)
17. 35 selected participants of Advance Online Course SEAMEO Qitep in Mathematics (2020)
 
Setiap orang pasti punya mimpi besar dalam hidupnya. Namun, tidak semua orang dapat mewujudkannya. Karna untuk meraih sebuah mimpi itu tidaklah mudah, butuh perjuangan dan pengorbanan. Mba There sendiri adalah contohnya. Tahun 2020 ini Mba There berhasil mewujudkan salah satu mimpinya yaitu menerbitkan buku di Penerbit Mayor, hebat!.
Selamat Mba ThereπŸ™πŸ˜Š.
Mba There  merupakan salah satu peserta kegiatan Belajar Menulis melalui WA bersama Om Jay dan tim narasumbernya, bergabung di Grup Pelatihan Menulis Gel. 4.
Suatu ketika dalam pembelajaran menulis, diberikan tantangan oleh narasumbernya yg bernama Prof. Richardus Eko Indrajit. 
Materi yang disuguhkan sangat menarik, membuat hati menjadi antusias untuk mengikuti dan terdapat tantangan yg diberikan oleh Prof. Richardus Eko Indrajit, yaitu menulis buku dalam waktu seminggu. Beliau melelang topik bukunya dan meminta peserta menulis untuk memilih salah satu topik tersebut dengan langsung menuliskan nama peserta. Mba There tentu takkan melewatkan kesempatan itu. Ada banyak topik yang diberikan, dan topik - topik tersebut terdapat dalam chanel youtube  ekoji chanel. 
Channel Prof EKOJI
https://www.youtube.com/channel/UCa3LCo2Zjy_h_NaWz1V2jOw

Prof. Richardus Eko Indrajit, setiap hari melakukan live seminar di youtube nya dengan berbagai topik yang sangat menarik dan tentunya bermanfaat.
Silakan ditonton, like, comment and subscribe.πŸ‘†πŸ˜Š
Saat itu karena penasaran dengan salah satu topik yaitu Ubiquitous Learning. Mba Tere merasa penasaran lalu membuka channel youtube Prof. Ekoji dan kemudian menyimak dengan seksama materi terkait topik tersebut. Setelah itu, tidak menunggu lama. Besoknya langsung Mba There mendaftarkan namanya untuk menjadi penulis buku.

Pengalaman yang luar biasa, serta didukung oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Prof. Ekoji sangat mendukung sekali dalam penerbitan buku mba There. Mulai dari pemberian tambahan judul yang disematkan pada judul awal, design cover, semua itu adalah bentuk support dari beliau untuk guru-guru. 

Dan ini covernya
ITS so amazing Mba Theresia. You can do it.
( Ini sangat menakjubkan Mba Theresia dan anda dapat melakukannya).πŸ˜ŠπŸ‘

Tidak sampai disitu, saling support juga Mba There peroleh dari sesama teman menulis bersama Prof.Ekoji yang beranggotakan 20 orang termasuk Prof. Ekoji. Rekan - rekan penulis dari berbagai daerah yang menunjukkan kesanggupannya dalam menulis buku untuk waktu satu minggu. Jujur, beliau sendiri merasa takut ketika Prof. Eko mengatakan bhw tgl 25 April, akan dilakukan nya presentasi karya. Berhubung masih masa pandemi maka beliau menyusun LKS dan melakukan kunjungan ke rumah-rumah siswa.
Jadi bisa dibayangkan kesibukan yg beliau hadapi di samping kewajiban utama sebagai ibu rumah tangga.
Panik, stress, pusing, karna tidak bisa membagi waktu dgn sekian banyak kesibukan.
Akhirnya, tgl 25 April, pertemuan secara virtual berlangsung, satu per satu, diantara peserta bergantian mempresentasikan karyanya.
Di akhir kegiatan, Prof. Eko menyampaikan bahwa ada sedikit perubahan yg harus dilakukan. Di antaranya : jenis huruf menggunakan verdana, ukuran 10, spasi tunggal. Ukuran kertas A5, lalu lengkapi dengan index dan daftar pustaka dibuat otomatis, minimum 100 halaman dan jumlah bab paling sedikit 5 bab.
PR yang berat buat Mba There, mengapa? karna jumlah halaman yang Mba There tulis baru 60 halaman. Pastinya Mba There harus kejar-kejaran dengan waktu untuk menambah jumlah halaman dan bab. Kebayang kan, gimana Mba There menyelesaikannya?.
Tapi karna sudah terlanjur basah maka mandi sekalian." Ungkap Mba There".

Tanpa buang waktu, Mba There bergegas mencari tambahan 2 bab dan menulis lagi sampai di atas 100 halaman. Disinilah dibutuhkan tekad yang kuat dengan disiplin penuh.
Lalu bagamana cara Mba There menyelesaikan tugas menulis?
1. Komunikasikan dengan pasangan, bagaimana baiknya. Saling bantu dan support.
2. Menulis kapan saja (waktu disenggangkan) baik pagi, siang, sore atau Malam hari. Kapan bisa tulis maka tulis.

Akhirnya, Prof. Ekoji menyampaikan bahwa tanggal 4 April, Mba There dan kawan-kawan akan berhadapan dengan Penerbit Andi secara virtual.
Jadi, naskah harus masuk ke Prof. Ekoji sebelum tanggal 4 April.
Setelah naskah selesai, kemudian naskah diserahkan pada Prof. Ekoji. 
Tentunya dengan perasaan gelisah, harap-harap cemas Mba There menunggu hasilnya. Tanggal 20 Juni, Ibu Dwinita dr Penerbit Andi menghubungi beliau mengatakan bahwa Proof buku Mba There selesai.
Proof itu berupa naskah buku yg sudah dilayout namun masih berupa lembaran / belum dijilid. Proof diberikan penerbit kepada penulis untuk dikoreksi kembali jika ada kesalahan. Dan tibalah hari yang dinanti-nanti, pada tanggal 3 Juli  penantian panjang Mba There akhirnya berbuah  manis.
Seperti inilah Bukunya..
Taraa...
Dengan Judul:
Belajar Semudah Klik 
Membangun Ekosistem Ubiquitois Learning dalam Konsep Merdeka Belajar.

Sukses bukunya Mba TheresiaπŸ‘
Semoga setelah karya ini, akan ada lagi karya-karya lain dari Mba There.😊

Kesimpulan dari Pengalaman Mba Theresia, yang bisa saya petik hikmahnya ialah:
1. Tidak hanya cukup mempunyai rasa penasaran saja.
2. Coba cari tahu.
3. Mulai menulis
4. Bulatkan tekad
5. Konsisten dan disiplin
6. Berdoa
7. Mendapatkan hasil yaitu terbitnya sebuah karya.


Resume: 17
By.Novi Puspitasari,S.Pd
Instansi: SDN 55 DARA KOTA BIMA.

What that is love...

Love is to give not to ask .
Sometimes we just know that we are demanding to our partners rather than giving. Many couples decide to separate because of a mismatch. 

Jumat, 07 Agustus 2020

Semangatlah Untuk dirimu sendiri.

Bisakah aku bahagia?
Tulisan : MelberdNovi

Semangat!, semangat!, semangat!!
Aku sangat suka menggunakan kata itu, selain membuatku lebih semangat aku juga merasakan lebih hidup.

Sebelum sinetron Intan yang terkenal di RCTI dulu menggunakan kata semangat, aku sudah duluan menggemakan kata itu dihati ku. Semangat, Vi πŸ’ͺ😊.

Kita harus tetap semangat walau harus jatuh berkali-kali, gagal berkali-kali, sakit berkali-kali. Kuat sekali?, Sebenarnya bukan kuat, tapi lebih tepatnya Ikhlas. Ikhlas menjalani apa yang sudah Allah gariskan. Masalah hidup bukanlah alasan buat kita menyerah, karna Allah tak suka itu. Allah memberikan kita hidup adalah untuk beribadah kepadanya, berjuang dengan segala cobaannya, bukan untuk menjadikan kita pasrah akan nasib dan keadaan.
Ayo semangat!!!
Kata Semangat, bukanlah cara kita untuk terlihat hebat menghadapi segala cobaan hidup yang mendera atau sekedar terlihat sok-sokan menunjukkan bahwa kita itu kuat. Tapi semangat itu ialah cara paling tepat  meyakinkan diri sendiri bahwa kita baik-baik saja, bahwa kita akan bangkit dan mencoba sekali lagi, lagi dan lagi. Semangat untuk  kembali tersenyum dan bangkit kembali walau sebenarnya dalam hati menangis. Semangat menunjukkan pada rasa sakit bahwa kita baik-baik saja walau ia tertusuk berkali-kali. 
Mencoba menjadi baik dan meyakinkan diri bahwa kita baik-baik saja tak bisa hanya sekali ucap langsung hati kita tenang. Mencoba menjadi baik dan tenang itu butuh waktu dan proses dan yang terpenting kita harus punya pegangan yang kuat, dan pegangan terbesar kita adalah Allah SWT bukan yang lain. Jangan peduli perkataan orang didepan mu karna mereka tak pernah tahu bagaimana sakitmu dimasa lalu, dan jangan dengarkan perkataan orang dibelakangmu karna mereka takkan pernah tahu keadaan mu dimasa depan. Jadi berhenti membuat patokan dari anggapan orang lain tentang siapa dirimu. Yang tahu kamu dengan baik adalah kamu sendiri, Allah SWT dan orang-orang yang benar-benar peduli pada mu. Lalu kemana mereka yang tak perduli? 
mereka akan berkata seperti ini: 
"Memang mudah kalau hanya ngomong doang tapi prakteknya mampu, gak?
Katakan pada mereka "Aku bukan malaikat yang akan slalu benar, slalu mampu, aku hanya manusia biasa yang bisa belajar untuk menjadi baik. "Saat terluka dan sakit, orang lain hanya akan menertawai dari belakang ataupun berusaha menghibur dengan mengelus punggung kita dan berkata sabar. Mau bagaimana lagi, hanya sabar"?. 
Innallaha mahassobirin ,sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Takkan ada satupun orang yang akan mampu mengeluarkan mu dari keterpurukan kecuali  kemauan dan tekat dirimu sendiri. Coba kamu sejenak berpikir, untuk apa sebenarnya kita hidup? Apa hanya untuk menangis? atau hanya pusing memikirkan masalah yang tak ada habis-habisnya, coba sadarkan dirimu, cobalah bangkit! Bagaimana caranya :
1. Cari solusi bukan mencari siapa yang salah.
2. Berhentilah meminta dikasihani.
3. Berhenti membuat alasan untuk membenarkan keadaan mu.
4. Bangun kepercayaan diri, yakin satu hal Allah sudah membekalimu satu keunggulan, tinggal kamu asah dan menjadikannya hebat.  
5. Berhenti menyalahkan keadaan karna itu tak berguna sama sekali.
6. Cari solusi hidup yang ringan, tanpa muluk-muluk, temukan kehagiaanmu sendiri.
7. Berpikir positif dan nikmati segala yang Allah beri dengan penuh rasa terimakasih.
8. Bekerjalah dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. Besar kecilnya pendapatan bukanlah jaminan untuk kita bahagia.
9. Tunjukkan siapa dirimu dengan prestasi dan hidup yang lebih baik.
10.Kembalikan kepada Allah SWT karna hanya dialah sebaik-baiknya tempat bergantung.

Tulisan MelberdNovi
Jum'at 7 Agustus 2020

Kamis, 06 Agustus 2020

Mengenal dan Melatih Kemampuan Diri Sendiri

Mengenal dan Melatih Kemampuan Diri Sendiri


Kegiatan menulis mulai membuka pandanganku untuk mencari tahu banyak hal dalam hidup ini. Bahwa menggali potensi diri tidak cukup hanya bisa bicara saja tapi juga harus bisa menulis dan bertindak. Kemampuan dasar manusia terdiri dari 3 hal, kemampuan fisik, otak dan kemampuan gabungan. Sebut saja kemampuan fisik yang meliputi kekuatan jasmani, penguasaan gerakan motorik kasar dan halus, biasanya sangat dibutuhkan oleh mereka yang bergelut dalam bidang olahraga atau atlit  khususnya namun pada umumnya kemampuan fisik ini sangat dibutuhkan oleh semua orang guna melakukan aktifitas mereka yang membutuhkan gerakan didalamnya. Bagaimana cara melatih fisik kita?, yaitu dengan melakukan latihan ketangkasan berat maupun ringan, melakukan praktek dan senam. 
Kemampuan otak ataupun pikiran, dibedakan menjadi 2 yaitu kemampuan berpikir secara sadar dan kemampuan berpikir diluar kesadaran. Kemampuan berpikir secara sadar adalah disaat gelombang otak kita berada pada gelombang otak Beta, yang mana kita dalam keadaan sadar mempelajari suatu ilmu pengetahuan, menerapkan dan membaginya kepada orang lain melalui tulisan dan ucapan. Sedangkan kemampuan berpikir diluar kesadaran ialah kemampuan berpikir diluar nalar, yang mana sebenarnya otak kita mempunyai kemampuan menyimpan banyak memori dialam bawah sadarnya yaitu di gelombang alpha, memori tersebut tertidur disana  dengan berjuta pengalamannya dan tinggal bagaimana cara kita bisa membangunkan memori tersebut dengan sering melatihnya. Sebut saja Albert Einstein si jenius yang mampu memaksimalkan cara kerja gelombang otak alpha selain gelombang otak beta nya. Sehingga dia terlihat jenius. 
Gerakan menulis merupakan gerakan motorik halus yang dikombinasikan  dengan kemampuan berpikir otak (Gabungan), mengapa? Karna sebuah tulisan tidak hanya membutuhkan gerakan pena tapi juga membutuhkan  ide-ide hebat didalamnya. Ide yang hanya bisa dihasilkan dari pemikiran otak.

Tulisan MelberdNovi
06 Agustus 2020

Membangun Kebiasaan Menulis Lewat Blog

Konsisten Kunci Sukses Menulis Blog



Terimakasih pada Omjay atas kesempatan yang diberikan kepada Bapak Bambang Purwanto (Mr. Bams) sehingga pada malam ini, Rabu 5 Agustus 2020 bisa menjadi pemateri kami di kelas menulis online.

Profil pemateri 
Pemateri: Bapak Bambang Purwanto, S.Kom.,Gr. (MR.Bams)
Dari gambar profil saja sudah menunjukkan Personal branding beliau.

Sesungguhnya setiap orang itu punya banyak bahan untuk dibagikan.
Punya pengalaman hidup yang berbeda yang bisa dijadikan bahan tulisan.

Setiap manusia yang belajar membaca dan menulis sesungguhnya itu diawali pada proses  pendidikan dasar.
Belajar membaca, menulis dan kemudian berkembang seiring usia SD, SMP, SMA, kuliah hingga bekerja. Menulis yang kita anggap bisa sejak SD tapi ternyata berbeda, menjadi tidak mudah untuk menuangkan ide-ide yang ada dalam pikiran kita itu  kedalam tulisan.

Pengalaman Bapak Bambang
- Tahun 2004 mulai mendongeng dan dikenal dengan panggilan Ayah salwa. Biar berbeda dengan panggilan pendongeng lainya seperti ka' Seto dll, beliau memutuskan menggunakan nama Ayah salwa sesuai nama anak beliau.
- Tahun 2008, beliau mulai mengajar di SMP Taruna Bakti hingga sekarang. 
- Tahun 2011, beliu mendirikan Taman Bacaan(TBM)atau Taman bacaan Ayah Salwa yang biasa disebut TBM, A.S.Lebak Wangi. Taman bacaan yang dibangun bersama anak dan istri diatas lahan rumah pertama beliau yang jauh lebih luas dan full.
Pada saat membangun taman bacaanpun tidaklah mudah, butuh dukungan dari istri dan anak, mengingat banyaknya kesibukan mengajar. Setiap malam beliau menyiapkan 20 majalah bobo, 20 bacaan anak-anak, koran hari kemarin dan buku daftar pengunjung. Jadi setiap pulang kerja sudah banyak anak-anak yang membaca buku diteras rumah.
Ditahun 2007. Waktu itu Branding Mr.Bams belum lahir, beliau masih menggunakan Ayah Salwa dari 2004.
- Mengumpulkan buku bacaan untuk referensi mendongeng. Dari kebiasaan membaca itulah yang mendorong beliau untuk rajin menulis.
Kemudian di Tahun 2013 ada gerakan Literasi sekolah di Jawa Barat yaitu program BJART yang merupakan tonggak literasi sekolah, saat itu beliau diminta menjadi penata program literasi. Ketika gerakan literasi di launching oleh Pak. Anis Baswedan dengan gerakan membaca 15 menit sebagai pengembangan budaya karakter peserta didik yang sampai sekarang gerakan ini masih terus berjalan, beliau kembali ditunjuk dan kali ini menjadi ketua tim pengembang literasi SMP Taruna Bakti mulai tahun 2019/2020 dan sekarang sudah berjalan 2 tahun. Saat ini beliau fokus pada pengembangan budaya literasi sekolah sehingga  pada tahun 2019 kemarin, SMP Taruna Bakti mendapat anugrah dari Dinas Pendidikan Kota Bandung sebagai Sekolah Literasi Kategori Utama.

Bapak Bambang sebelumnya sudah kenal dengan sosok Omjay lewat grup TIK yang diikuti, dan akhirnya kembali bisa kenal dekat dengan Omjay saat bergabung dengan kelas menulis online ini, tepatnya awal Maret dan merupakan angkatan ke 8. Dari kelas menulis online  inilah beliau membuat blog pertamanya bpenamrbams.com.

Waktu senggang yang ada biasanya digunakan beliau untuk menulis. Menulis dalam kertas yang dilipat seolah-olah buku dengan kover yang ditulis tangan.
Saat mengikuti guru inspiratif Een Sukaisih tingkat Jawa Barat, betul-betul dilakukan secara manual di print, gunting, tempel dan difotokopi lalu diberi kover sehingga seperti buku . Menulis lewat Instagram, web.masih aktif sampai sekarang.

Yang beliau sampaikan ini memang masih jauh dari teori hanya merupakan pengalaman pribadi berupa kegiatan keseharian, keberanian mencoba untuk menulis yang semuanya bisa di share di web yang biasa beliau kelola. 
Kalau berbicara kendala tentang menulis di blog ialah komitmen, untuk konsisten itu tidaklah mudah. Untuk menulis kalimat bahagia tiap malam memang agak berat, jadi konsistensi kita sebagai penulis atau blogger itu yang harus kita pertahankan oleh karena itu Mr. Bams mengajak kita semua untuk  menulis  apa saja yang kita alami baik yang berkaitan dengan pengalaman maupun akademik.
Kita semua punya kemampuan ,Mr.Bams punya rumus "MAU", M: Motivasi,A: Aksi, U: Unggul. Impian yang kita miliki harus ada aksi agar kita bisa unggul. Mau sukses? Mau jadi guru hebat? Mau jadi penulis hebat? Pasti jawabannya "MAU".

Tulisan yang kita buat bisa melatih kita ber impati,  kita bisa menulis puisi ataupun menulis  bebas yang lainnya.
Tahun 2007 beliau pernah menulis yang berjudul rumus hidup bahagia TK: Tanamkan Keimanan, SD: Sholat didahulukan SMP: Slalu Menjalankan Perintahnya, SMA: Selalu Mengingat Allah dan Gelarnya MM: Mengingat Mati.
Kebiasaan-kebiasaan menulis di blog harus dipertahankan, bagaimana caranya: 
1. Mulailah menulis dari yang sederhana
2. Lakukan secara terus menerus, mudahan-mudahan menjadi bekal kita menjadi penulis yang lebih baik lagi.

Pertanyaan dari peserta menulis online diantaranya ialah: 
1. Kesulitan yang dihadapi  dalam mengelola blog?
 Jawab: Konsistensi dengan konten.
2. Bagaimana menulis kalimat-kalimat penuh makna?
Jawab: Hasil dari pengalaman dan membaca buku.
3.Bagaimana membuat blog yang memikat?
Jawab:
 1. Karena tulisannya bermanfaat
 2. Karena tampilannya yang menarik.
 Saran saya teruslah menulis tanpa berpikir bagaiman bentuk tulisan dan tampilannya.
4. Bagaimana mengatasi Moody saat menulis?
Jawab: 
Harus dilawan dengan komitmen dan disiplin.
5. Bagaimana tips menulis bagi blog pemula?
Jawab: 
1. Tulislah apa yang mudah
2. Mudahkanlah hati untuk mulai menulis.
3. Lakukanlah secara bertahap.

Bagaimana supaya menulis itu tidak berat : 
Kembali kepada niat , sebenarnya niat gak untuk menulis. Tulislah apa yang kita suka, apa yang kita mampu, sukai apa yang kita lakukan, karna jika kita suka dan cinta maka tidak akan ada yang berat.


RESUME: 16
OLEH: Novi Puspitasari,S.Pd
INSTANSI: SDN 55 DARA KOTA BIMA.




Waktu

Waktu berlalu Tinggalkan pedih perih Bila ingat kenangan lalu Tak menentu kemana hati melangkah  Tak terasa banyak hal yang sudah kulalui  B...